Senin, 09 Mei 2016

One Of These Day Chap.2

One Of These Day

Author : Wendy Airinia Putri

Main Cast : 

▷Ryu Sujeong (Lovelyz)

▷Jung Eunha (Gfriend)

▷Kim Taehyung (BTS)

▷Min Yoongi (BTS)

Other Cast :

▷Jeon Jungkook (BTS)

▷Park Jimin (BTS)

▷Son Chaeyoung (Twice)

▷Kim Dahyun (Twice)

Genre : Romance, Sad, Brothership, Family

Lenght : Chapter

Rating : T

♚ONE OF THESE DAY♚

Sujeong memasuki kelas lalu duduk dikursi miliknya. Kursi disampingnya kosong karena Eunha hari ini tidak masuk sekolah , ia mengantarkan orang tuanya ke bandara hari ini.

Sujeong menenggelamkan wajahnya diatas meja. Ia merasa waktu sangat lambat. Huh sangat membosankan disini. Tiba tiba ia merasa seseorang menarik tangannya lalu menyeretnya keluar dari kelas. Ia menatap punggung orang itu dan bisa menebak siapa dia.

"Heh kau! Kim Taehyung?! Kau sekolah disini?? Apa yang kau lakukan disini? Kau membawaku kemana?"

Taehyung menolehkan kepalanya kebelakang

"Ikut saja" Mereka sekarang berada diatap sekolah.

"Kenapa kau membawaku kesini?" Tanya sujeong

"Kau marah padaku ya?" Kata taehyung

"Tidak" Sujeong mengelak

"Benarkah?"

"Ugh baiklah aku memang sedikit kesal" Sujeong memberengut sambil membuang mukanya

"Maaf." untuk kesekian kalinya taehyung minta maaf

"Baiklah baiklah. Oh iya eunha menitip kan pesan kalau dia hari ini tidak masuk ke sekolah. Besok dia akan kembali. Aku kekelas dulu, sudah hampir waktu masuk." Sujeong berjalan menjauh dari taehyung

"Sujeong, aku harus bagaimana?" Seketika langkah sujeong terhenti. Ia berbalik menatap miris ke taehyung yg berjalan ketepi atap sekolah. Sujeong kembali menghampiri taehyung dan berdiri disampingnya. Taehyung menatap lurus ke depan. Melihat pemandangan disekitar, hembusan angin membuat surai coklatnya bergerak mengikuti arah angin. Sujeong mengamati lekuk wajah taehyung dari samping. Yah, mungkin taehyung terlihat seperti orang depresi ringan. Terlihat dari lingkaran dibawah matanya. Tatapan sayu matanya. Menunjukkan bahwa ia begitu lelah. Sujeong iba melihatnya, tapi ada satu hal yg ia perhatikan disini. Sujeong tidak mau ikut campur dalam hubungan taehyung dan eunha. Seharusnya eunha yg berada disaat taehyung seperti ini. Tapi kenapa malah dia? Maka dari itu sujeong berusaha menghindar dari taehyung. Ia tak mau ikut terseret dalam masalah pribadi mereka seperti ini.

Taehyung merasa kalau ia sedang diperhatikan. Lalu menoleh ke arah sujeong yg berdiri disampingnya

"Apa yg kau lihat?" Tanyanya

Sujeong sedikit terlonjak kaget dan membenarkan posisinya lalu kembali menatap kearah lain"

"Tidak. Tidak ada"

"Kau bohong. Aku tau dari wajahmu. Kau tidak bisa berbohong" Kata taehyung

"Tae, sebesar itukah masalah mu sampai sampai kau begini? Ku harap kau tidak melakukan hal yg macam macam dengan keadaan mu yg seperti ini. Aku tau bagaimana rasanya jika jadi dirimu. Ya, walaupun aku tidak pernah merasakannya. Tapi aku tau itu."

Taehyung menghela nafasnya lalu naik ke tembok pembatas yg ada diatap itu. Sujeong membelalakkan matanya kaget. Yaampun apa lagi yang dilakukan namja aneh ini, pikirnya

"Heh turun! Kau mau mati?"

Taehyung masih berdiri diatas tembok pembatas itu. Tiba tiba taehyung seperti kehilangan keseimbangan dan nyaris jatuh kebawah. Kalau saja sujeong tidak menahan lengannya. Mungkin saja ia sudah terjatuh tadi.

"Apa yg kau pikirkan bodoh. Aku tidak akan melakukan hal sebodoh itu -bunuh diri maksudnya-" Taehyung mencibir

'Krrriiiinggg' Bel tanda masuk kelas berbunyi.

"Ck, sekarang cepat turun dan masuk ke kelasmu. Sunbaenim" Ya bisa ditebak kalau Taehyung ini adalah kakak kelas mereka.

Taehyung turun dari tembok itu lalu berdiri dihadapan sujeong.

"Aku sedang tidak ingin kekelas. Kau saja" Sujeong mendengus kesal lalu dengan cepat berlalu dari hadapan taehyung.

♚ONE OF THESE DAY♚

Eunha baru pulang kerumahnya setelah mengantarkan orang tuanya pergi keluar negeri. Yah ini sudah sore, ia mengambil langkah menuju kamar mandi.

20 menit berlalu dan gadis itu baru keluar dari kamar mandi.

"Hmm.. Rumah ini sepi sekali." Ia mengambil ponselnya dan menekan sebuah nomor telpon.

"Yeoboseyo? Ada apa eunha-ya?" sahut seorang gadis

"Sujeong-ah. Kau sibuk?"

"Eum.. Kurasa tidak. Ada apa?"

"Bisakah kau kesini? Aku kesepian"

"Baiklah aku akan kesana. Tunggu aku"

*****

'tuttt'

Sujeong mematikan sambungan telponnya dan langsung melesat ke rumah eunha.

Tidak membutuhkan waktu yg lama. Ia sudah sampai dirumah eunha.

'Ting Tong'

"Astaga kau cepat sekali" Eunha menganga melihat sujeong yg sudah berada didepan pintu rumahnya sekarang

"Aku ngebut barusan hehe" Sujeong mengeluarkan cengiran khasnya

"Yasudah ayo masuk" Eunha mempersilahkan sujeong untuk masuk ke rumahnya.

Mereka bedua duduk diruang tamu sambil menonton TV.

"Ah apa yg akan kita lakukan disini.." Sujeong melihat keacara TV "Huh membosankan".

"Besok aku akan kembali kesekolah. Bagaimana dengan taehyung kemarin?" Kata eunha

"Eoh, dia sepertinya terlihat kurang baik." Jawab sujeong

"Waeyo? Ada apa dengan dia?"

"Kau tau? Keluarganya itu bermasalah"

"Jinjja??"

"Emm.. Ibu dan ayahnya setiap hari bertengkar"

"Kenapa ia tak pernah memberitahuku soal itu?"

"Benarkah? Mungkin ada alasan dia tidak memberitahumu soal itu." Agak aneh memang, Eunha tidak tau soal itu padahal dia adalah pacarnya. Eunha hanya menunduk

"Hey, mungkin dia mencemaskan mu. Makanya dia tidak mau memberitahumu soal itu. Lihat buktinya kalau kau tau hal itu kau menjadi seperti ini"

"Bukan seperti itu, tapi kenapa dia tidak pernah bercerita padaku. Kalau keluarganya begitu. Tidak seharusnya ia diam. Aku jadi khawatir padanya"

"Tenanglah, Taehyung baik baik saja oke."

Eunha hanya mengangguk

"Eun, sudah malam sebaiknya kau tidur. Aku juga mau pulang"

"Hmm baiklah. Hati-hati dijalan jeong-ah"

"Ne" Sujeong berjalan keluar dan menjalankan mobilnya lalu pulang ke apartemennya.

♚ONE OF THESE DAY♚

Eunha dan Sujeong seperti biasa duduk dikantin berdua.

"Eun, aku mau ke toilet sebentar nde"

"Hm baiklah" Sujeong langsung bangkit dari duduknya dan pergi melesat ke toilet.

Eunha hanya duduk diam sampai sujeong kembali kesini.

Tiba tiba seorang namja menghampiri dan duduk dibangku sujeong yg berhadapan dengan eunha.

"Kau siapa?" Eunha mendongakkan kepalanya menatap namja itu

" Kau pacar hyungku kan?" Tanya namja itu

"Siapa?"

"Taehyung."

"Kalau iya kenapa memang?"

"Putuskan dia."

"Apa hakmu mengatakan itu?"

"Aku ini adiknya. Aku tidak suka melihat kau dengannya."

"Kalau kau tidak suka kenapa? Aku tidak akan memutuskannya."

"Dasar wanita jalang. Aku akan memberitahu hyungku agar memutuskanmu, liat saja."

"Oh apa hyungmu akan memutuskanku? Sepertinya tidak."

"Lihat saja nanti. Dasar kau wanita jalang." Namja itu berlalu dati hadapan eunha.

Kali ini eunha bingung harus bagaimana. Ia bangkit dari duduknya lalu bergegas menemui taehyung.

"Taehyung oppa!" Eunha memanggil taehyung yg kebetulan berjalan berlawanan arah dengannya

"Eun? Kebetulan kau disini. Ada yg ingin ku katakan." Taehyung menghampiri eunha

"Apa itu?"

"Bisakah kita akhiri hubungan kita?"

Deg.

"Apa ini semua ulah adikmu itu? Jadi oppa lebih memilih dia?"

"Maafkan aku."

"Tidak berguna." Eunha segera berbalik menjauh menuju kelasnya. Taehyung hanya diam menatap punggung gadis itu yg berjalan menjauh.

-TBC-

Author note ;

Hai readers. Maaf kalau ini ff next chapternya lama keluar. Berhubung authornya rada sibuk ya wkwk. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah baca ff nya.

Sabtu, 30 April 2016

One Of These Day

One Of These Day



Author : Wendy Airinia Putri

Main Cast : 

▷Ryu Sujeong (Lovelyz)

▷Jung Eunha (Gfriend)

▷Kim Taehyung (BTS)

▷Min Yoongi (BTS)

Other Cast :

▷Jeon Jungkook (BTS)

▷Park Jimin (BTS)

▷Son Chaeyoung (Twice)

▷Kim Dahyun (Twice)

Genre : Romance, Sad, Brothership, Family

Lenght : Chapter

Rating : T

♚ONE OF THESE DAY♚

Hembusan angin malam yg menusuk tulang tak dihiraukan oleh seorang gadis yg berdiri dibalkon apartemennya. Ia menatap langit gelap yg terlihat akan segera menumpahkan ribuan tetes air malam ini. Langit itu mendung, sama seperti suasana hati gadis itu saat ini. 

"Selamat tinggal, aku akan kembali. Aku mencintaimu. Sujeong-ah" Kalimat itu terus mengiang dikepalanya saat ini.

"Lupakan dia sujeong, lupakan. Bodoh. Kau bodoh. Sujeong kau bodoh sekali!" Gadis itu merutuki dirinya sendiri.

"Kalau kau benar benar mencintaiku. Seharusnya kau tidak memutuskan hubungan ini begitu mudah. Lalu pergi meninggalkanku. Yoongi-ah. Kau mungkin tidak merasakan apa yg kurasakan saat ini. Sakit. Sakit sekali. Dan bodohnya diriku menerima kalimat itu dengan mudahnya? huh sial. Mungkin kau akan kembali. Tapi, tidak ada jaminan kau kembali padaku kan? Aku hanya bisa menunggumu." Matanya mulai berkaca kaca. Perlahan setetes air mata mengalir. Menandakan bahwa ia sudah tidak kuat membendung kesedihannya saat ini. 

♚ONE OF THESE DAY♚

Sujeong berjalan menyusuri lorong koridor sekolahnya seperti bisasa.

"Sujeong-ah!" Gadis itu merasa terpanggil dan menoleh ke sumber suara 

"Annyeong Eunha-ya"

"Hei lihat matamu kenapa?" Gadis yg bernama eunha itu sontak menanyakan ketika melihat mata sujeong yg terlihat sedikit bengkak hari ini.

"Ah ini mungkin gara gara aku tidur terlalu larut eun." 

"Ah andwaeyo. Tidur larut sudah kebiasaanmu mana mungkin begini. Jangan jangan... Kau menangis?" 

Sujeong tertegun sedikit

"Sujeong? Kau menangis?" tanya eunha sekali lagi

"..." Sujeong diam tak berkutip

"Ada apa?" 

"Eun, kemarin aku putus dengan yoongi." Sujeong akhirnya bersuara

"Eh? Kenapa begitu?"

"Dia akan pergi keluar negeri cukup lama. Dia juga akan pindah dari sekolah ini."

"Berapa lama?"

"Mollayo"

"Yasudahlah. Lupakan saja dia" Eunha menepuk bahu temannya itu

"Hmm.. Sekarang ayo ke kelas" Sujeong menarik tangan eunha dan menyeretnya ke kelas.

♚ONE OF THESE DAY♚

Jam istirahat kali ini. Seperti biasa, Eunha dan Sujeong duduk disalah satu bangku kantin. Mereka berdua fokus dengan makanannya masing masing.

"Sujeong-ah, apa malam ini kau sibuk?" Eunha menghentikan kegiatan makannya sejenak

"Tentu saja tidak. Waeyo?"

"Bisakah kita bertemu nanti? Aku ingin memperkenalkanmu pada Kim Taehyung"

"Kim Taehyung? Siapa dia?"

"Ahaha...Dia pacar baruku"

"Yaa.. Ternyata kau punya pacar baru eun? Baiklah nanti malam. Dimana?"

"Mmm.. Bagaimana kalau Starbucks?" Sujeong menghentikan makannya dan lantas melihat ke arah Eunha lalu tersenyum.

"Kau memang tau kesukaanku. Baiklah Starbucks!"

♚ONE OF THESE DAY♚

Sujeong masih berada diapartemennya. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.15.

'drttt...drtt...drtt' Ada sebuah telpon masuk dari Eunha

"Yoboseyo. Eunha-ya kau dimana?"

"Heh aku sudah disini bodoh! Kau dimana? Kenapa lama sekali??"

"Mwo? Kenapa kau tidak bilang daritadi! aku masih diapartemen. Yasudah aku kesana tunggu sebentar!"

'tutt'

*****

"Aish jinjja"

Eunha berdecak kesal setelah sujeong menutup telponnya begitu saja.

"Ada apa?"

"Ah ini temanku ternyata masih diapartemennya, Taehyung oppa"

"Temanmu itu seperti apa. Aku jadi penasaran"

"Huh kau lihat saja nanti. Dia itu menyebalkan."

"Sama sepertimu?"

"Hei, aku tidak menyebalkan." Eunha menatap sinis Taehyung

"Itu menurutmu"

"Kau ini sama saja menyebalkannya!"

"Hei, jangan marah begitu. Aku hanya becanda."

"Maaf aku terlambat"

"Sujeong!" Eunha langsung menoleh kearah sujeong yg duduk dihadapannya.

"Iya ini aku!" Sujeong meminum kopi yg sudah disediakan untuknya

"Taehyung oppa. Dia Sujeong"

"Ah ya. Senang berkenalan dengamu sujeong. Aku Kim Taehyung"

"Ne. Senang berkenalan denganmu juga"

"Eunha-ya. Pacar dia mana?" Seketika wajah sujeong berubah masam ketika taehyung menanyakan itu

"Oppa, kau ini. Dia baru saja putus."

"Benarkah?"

"Hmm"

"Hei. Aku kesini bukan untuk dibully!"

"Siapa yg membullymu sujeong-ah?" Eunha melihat sujeong yg mungkin sedang kesal sekarang

"Molla!"

"Gadis ini menyeramkan sekali. Pantas saja..." Taehyung menggantungkan kalimatnya. Sujeong langsung memberikan tatapan mematikan miliknya.

"Pantas apa hah?!"

"Pantas saja pacarmu itu memutuskanmu" sambungnya

"Ah aku muak disini. Eunha-ya aku pulang duluan saja! Kalian berdua silahkan bermanis manisan disini." Sujeong bangkit dari duduknya dan pergi dengan perasaan kesal.

Eunha dan Taehyung mengekori kepergian Sujeong.

"Ada apa dengan gadis itu?"

"Biarlah dia oppa. Sujeong memang begitu"

"Hmm.. Ayo pulang eun. Aku ada acara lain setelah ini."

"Ne baiklah"

*****

"Hati-hati dijalan oppa"

"Oh iya. Boleh ku minta nomor ponsel sujeong?"

"Untuk apa?"

"Bukan untuk apa-apa"

"Mana ponselmu?" Taehyung menyerahkan ponselnya ke Eunha.

"Ini" Eunha mengembalikan ponsel Taehyung

"Terimakasih. Eunha-ya. Aku jalan dulu. Selamat malam." Taehyung menjalankan mobilnya dan pergi.

*****

"Aish! Dasar kau sialan!!" Oke, kali ini sujeong meluapkan semua kekesalannya. Ia menghempaskan tubuhnya ditempat tidur.

'drttt...drttt...drttt'

"Siapa yg menelponku disaat seperti ini huh" Sujeong meraih ponselnya yg berada dimeja samping tempat tidurnya.

"Nomor tidak dikenal?" Sujeong lantas mengangkatnya

"Yoboseyo?"

"Halo sujeong" Sujeong mengenal suara ini. Ini adalah suara milik Kim Taehyung. Shit. Untuk apa orang itu menelponnya.

"Heh kau. Ada apa menelponku? Kau mendapatkan nomorku darimana ha?"

"Tidak ada apa apa. Dari siapa lagi kalau bukan Eunha."

"Keterlaluan."

"Sujeong, aku ingin bertanya padamu. "

"Soal apa?"

"Menurutmu, Eunha itu bagaimana?"

"Menurutku Eunha itu makhluk tergila yg pernah ada "

"Bukannya itu kau?"

"Heh aku tidak seperti itu. Kau menelponku hanya untuk ini?"

"Tidak. Sebenarnya aku kesepian."

"Eunha dimana?"

"Dia dirumahnya. Mungkin sedang tidur sekarang."

"Dan kau? Kenapa tidak tidur saja?"

"Aku punya insom"

"Ah begitu.."

"Hmm.."

"..." Sujeong diam tak menyahut

"Menurutmu. Menjadi korban broken home itu bagaimana rasanya?" Taehyung membuka suara lagi.

"Itu pasti menyakitkan. Memangnya kenapa? Keluargamu bermasalah?"

"Iya"

"Bermasalah bagaimana?"

"Ya seperti itu. Ayah ibuku bertengkar setiap hari. Mereka sama sama memilik selingkuhan."

"Kau tau hal itu darimana?"

"Aku pernah membuntuti ayahku. Dia sedang berjalan dengan seorang wanita. Dan ibuku, juga seperti itu. Kami pernah makan malam bersama. Tapi tidak ada yg bersuara dari mereka. Semuanya sibuk dengan dirinya masing- masing. Dan itu membuatku tak selera makan. Aku merasa terisolasi dari keluargaku. Aku bosan mendengar ayahku ribut dengan ibuku tiap hari. Rasanya aku sudah bosan hidup. "

" Tapi kau tidak pernah berpikir macam-macam kan? Seperti mencoba untuk bunuh diri?"

"Haha. Aku punya teman yg sering membisikiku untuk mengakhiri hidupku. Tapi kurasa hidup itu lebih menyenangkan daripada menjadi hantu."

"Baguslah kalau kau berfikir secara logika. Umm ngomong ngomong.. Temanmu siapa? Hantu?" Oke kali ini sujeong berbicara sedikit asal

Taehyung tertawa kecil.

"Bukan hantu. Tapi diriku yang lain"

"Ha? Kau punya kepribadian ganda?"

"Bisa dibilang seperti itu. "

"Itu bawaan lahir? Jadi ini kau. Atau yang lain?"

"Entahlah. Iya ini aku. Kau tau siapa yg biasa bicara dengan eunha?"

"Yang biasa bicara dengan eunha? Itu kau kan?"

"Terkadang"

"Maksudmu itu bukan kau?"

"Sebentar. Temanku ingin bicara" Sujeong bingung dengan arah pembicaraan Taehyung sekarang.

"Heh kau kemana? Ini kau kan? Aku ingin bicara pada pemiliknya!"

"Ini bukan- .. Apa?" Pembicaraan Taehyung tiba tiba berubah.

"Hei kau jangan menakut nakutiku."

"Aku tidak menakuti mu. Ini kenyataan"

"Ini benar kau?"

"Iya ini aku yg dingin dan cuek. Berbeda dengan yang satunya"

"Baiklah. Lalu.. Mana kau yang lain?"

"Hei. Kami punya panggilan masing-masing" Sujeong memutar bola mata nya.

"Baiklah baiklah. Kau 1 dan Kau 2. Yang 2 mana?"

"Kau ingin mengetahuinya?"

"Hmm" Jawab sujeong seraya menganggukan kepalanya.

"Kau tau. Sebenarnya aku ini seorang novelis. Yang sedang membuat novel tentang orang berkepribadian ganda."

Sujeong membelalakkan matanya tak percaya. Ah sial. Namja pabo ini baru saja membohonginya. Kau bodoh sujeong!

"Ya! Jadi kau membohongi ku hah?! Aish sialan!"

"Maaf. Cerita soal keluargaku itu benar. Tapi soal yg kepribadian ganda. Itu hanya imajinasiku semata."

"Kyaaaaa!!!!!" Sujeong mengacak rambutnya frustasi. Dia sudah sangat jatuh dalam imajinasi namja aneh ini.

"Maaf. Sebenarnya bukan kau saja yg tertipu. Mereka juga tertipu."

"Aghh kau namja sialan!"

'Tuttt'

Sujeong mematikan sambungan telponnya dan langsung mematikan ponselnya kalau kalau taehyung kembali menelponnya lagi.

"Sialan! Ah sujeong kau bodoh sekali bisa percaya begitu saja!!"

-TBC-